Tips merencanakan hidangan dihari pernikahan anda

Tips merencanakan hidangan dihari pernikahan anda

cateringDalam suatu acara pesta pernikahan, Jamuan atau hidangan atau Sajian merupakan hal penting yang mesti mendapatkan perhatian khusus. Pernah suatu kali kami meliput acara pernikahan di daerah …. (tidak disebutkan), acara baru berlangsung hingga jam 1 siang, makanan sudah habis, sedangkan tamu masih banyak yang datang dan acara masih sampai jam 4 sore. dilain waktu dan tempat pada saat acara pernikahan (ijab kabul / akad) biasanya kan dilaksanakan lebih awal atau pagi sekitar jam 9, pada prosesi akad ini biasanya hanya dihadiri oleh keluarga dan kerabat dekat saja. bayangkan keluarga dan kerabat yang bela-belain datang pagi belum sempat sarapan di rumah. begitu akad selesai kan sekitar jam 10 kurang lah, kebanyakan setelah prosesi akad, akan ada jamuan semacam sarapan, nah rupanya keluarga ini tidak mempertimbangkan ke arah sana, sehingga tidak ada sarapan tersedia dan terpaksa menunggu sajian catering dibuka, jam 11. dipojokan terdengar sayup-sayup ibu-ibu bercerita dengan kawannya, anda tau apa yang dibicarakan? hehehehe, pasti tau lah ya…

lain lagi dengan cerita yang satu ini, catering dipesan melebihi daftar tamu yang di undang, hasilnya? banyak makanan sisa yang terpaksa dibawa pulang ke rumah, tidak mubazir sih, tapi ya boros aja.. hahaha, jadi supaya sajian tepat guna dan tepat sasaran (kayak program pemerintah deh…hihihi) ada baiknya diperhatikan hal-hal berikut…

1. Rumus sajian yang paling umum adalah jumlah undangan di kali 2 di tambah 100 (n X 2 + 100) nah lo, mirip rumus statistik kan? hahaha.. kenapa mesti di kali 2? karena satu undangan biasanya tamu membawa pasangannya, yang jomblo pun bela-belain bawa pendamping, entah itu boneka atau pacar sewaan, emang ada? ada lho jasa pacar sewaan, wkwkwkwk serius. yang jomblo jangan marah ya (seo master website ini -red) pissss. Kemudian 100nya untuk apa? ada juga tamu undangan selain membawa pasangan, membawa juga anaknya, dan undangan via sosial media juga perlu diperhitungkan, ini juga perlu di antisipasi.

2. Setelah rumus dipastikan, hal lain yang perlu pertimbangkan adalah persentase kemungkinan tamu yang akan datang dari total undangan yang disebar. syukur-syukur sih datang semua, tapi alangkah bijaknya memastikan undangan yang tidak sempat hadir, cara mengetahuinya adalah lihat dari inbox baik sms ataupun sosial media yang masuk yang berisi permohonan maaf tidak bisa hadir, Jadi bisa dikurangi

3. Rumus sudah, persentase sudah, saatnya membuat strategi.. loh koq kayak main bola pake strategi segala?? tenang ini bukan strategi 4-4-2 milik brazil atau 8-1-1 milik chelsea… ini adalah strategi switching menu makanan. jika misalnya telah ditetapkan sajian berjumlah 1000 porsi, maka untuk gubugan seperti (bakso, somay, sate dan lain-lain semacamnya) tetapkanlah sekitar 65-75 persen, artinya makanan utama 650-750 porsi, kemudian sisanya untuk makanan gubugan. mengenai makanan gubugan perlu juga strategi buka tutup, jiah udah kayak jalur puncak aja ada buka tutup segala.. hahaha… dikampung-kampung strategi ini lazim digunakan, jurus ini dikeluarkan dalam keadaan mendesak, hingga jam 12 gubugan masih di tutup agar para tamu terkonsentrasi pada menu makanan utama,  nah, jika makanan utama sudah kelihatan menunjukkan gejala-gejala habis, saatnya membuka gubugan.

demikianlah kira-kira tips merencanakan hidangan dihari pernikahan anda, mohon maaf, ini bukan ngajarin pelit, tapi lebih ke ketepatan sasaran jamuan agar budget tidak terbuang sia-sia ataupun menanggung malu apabila makanan habis tapi tamu masih banyak yang datang. ini pun bukan pemikiran pribadi penulis, melainkan hasil pengamatan selama bertahun-tahun di lapangan, di acara pesta pernikahan tepatnya.

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *