Hubungan MC, KUA dan Seksi Sibuk di hari pernikahan anda

Hubungan MC, KUA dan Seksi Sibuk di hari pernikahan anda

Pesta pernikahan yang baik seharusnya terstruktur dengan rapi dan akurat. Untuk pernikahan yang dilaksanakan di Gedung, selain ketepatan waktu, rangkaian acara pernikahan juga semestinya menjadi perhatian penting di hari bahagia anda.

Kali ini kita akan membahas hubungan pegatur acara atau sering disebut MC, KUA dan Seksi Sibuk (SS). Koq seksi sibuk? Apa-apaan nih maksudnya??? Hehehe, sebetulnya seksi sibuk sih tambahan aja biar makin panjang ceritanya..hahahaha.

  • Pengertian

MC

Menurut mbak Wiki, MC pada umumnya adalah singkatan dari Master of Ceremonies, atau dalam Bahasa Indonesia disebut Pembawa acara. Seorang MC bertugas membawakan dan memastikan atau mengatur acara yang telah disiapkan sedemikian rupa agar berjalan dengan baik dan terstruktur. Begitupun dalam acara pernikahan, sosok MC menjadi penting apalagi pernikahan dilaksanakan di sebuah gedung yang biasanya berkaitan dengan durasi.

KUA

Masih menurut jeng Wiki, KUA adalah kantor yang melaksanakan sebagian tugas kantor Kementerian Agama Indonesia di kabupaten dan kotamadya di bidang urusan agama Islam dalam wilayah kecamatan. Dalam kaitannya dengan pernikahan, KUA bertugas mengirim personilnya untuk mendokumentasikan, memastikan atau mencatat data pernikahan dan data sepasang calon pengantin untuk mendapatkan surat nikah.

Seksi Sibuk (SS)

Nah, kalau ini menurut penulis, soalnya saya tanya keWiki, gak kenal katanya… SS biasanya adalah seorang yang kesana kemari, memeriksa, dan memastikan semuanya telah siap dan berjalan dengan lancar. Pengertiannya ngaco gak sih, yah pokoknya semisal itulah, hehhe.

 

  • Pembahasan

Sebenarnya tulisan ini terinspirasi dari sebuah acara pernikahan yang kacau sih nggak, tapi ya jadi nggak enak aja ngeliatnya. Penulis sebagai photographer yang berada dilokasi melihat kejadian ini sungguh tidak menyenangkan bagi sepasang pengantin.

 

Suatu pagi yang indah diselimuti senyum bahagia dari puluhan pasang mata seketika berubah panik dan harap-harap cemas. Apa yang terjadi? Ternyata waktu sudah menunjukkan pukul 11.00 WIB, dimana waktu tersebut adalah jadwal Ijab Kabul. Lah, emang kenapa? Masalahnya personil dari KUA belum datang, jadi acara ijab Kabul belum bisa dimulai. Jam 11.30 barulah KUA datang dan acara bisa dilanjutkan. Pengalaman seperti ini sering terjadi meski gak telat-telat amat sih, acara jam 9, KUA datang jam 9. Tapi lebih sering sih pihak KUA sudah di lokasi minimal setengah jam sebelum acara dimulai.

Semestinya, menurut penulis ini mah ya.. hehehe, dalam rangakaian Ijab Kabul itu kan ada beberapa prosesi, seperti serah terima dan pembacaan ayat Suci Al-Qur’an, nah disinilah peran seorang MC untuk jeli membaca situasi, MC bisa berkoordinasi dengan keluarga untuk memulai beberapa prosesi sambil menunggu KUA. Sedangkan peran SS adalah menelpon KUA untuk menanyakan posisi.

Jadi kesimpulannya, jika pihak KUA terlambat datang, SS memastikan posisi pihak KUA dan memperkirakan akan sampai jam berapa dan MC dapat berinisiatif memulai beberapa rangkaian acara seperti serah terima dan pembacaan ayat Suci Al’Quran sambil menunggu pihak KUA tiba di lokasi. Jadi acara yang telah diatur sedemikian rupa tidak terlambat, terlebih jika acara dilakukan di sebuah gedung. Karena setelah akad nikah, pengantin akan berganti busana dan ini akan memakan waktu yang cukup lama.

Demikian pembahasan ini, mudah-mudahan dapat menjadi tambahan acuan atau gambaran dihari bahagia anda sebagai calon pasangan pengantin.

Submit a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *